Kamis, 02 Agustus 2012

Upgrade Red Bull Yamaha Byson

UPGRADE RED BULL - BORE UP YAMAHA BYSON - Ketika pertama kali melihat tampilan Yamaha Byson pada pameran otomotif 2 tahun silam (2010) terlihat sosok street fighter  yang gagah dan mensiratkan aura “powerfull” baik dari sisi tampilan body maupun sosok black engine dan standar ban tapak lebar dengan front fork 38 mm.

Namun pada saat motor ini berhasil dipinang dan diboyong ke garasi rumah, kemudian melakukan test run dan selanjutnya dipergunakan secara harian menempuh jarak Jakarta – bogor PP tampak bahwa tampilan sangar nan gagah tidak sebanding dengan kenyataan bahwa Yamaha byson hanya bisa dipacu di top speed 104 kpj dan memiliki karakter lambat di putaran bawah (mengingat kompresi yg Cuma 1:9).  Kondisi ini kemudian yang membuat bapak dua anak yg memiliki bobot tubuh di atas 100 kg selaku pemilik kebo merah menjadi sedikit menyesal memiliki motor ini, kenapa tidak memilih Yamaha scorpio atau Honda tiger saja gumamnya.  Namun demikian nasi telah menjadi bubur, kebo merah telah terlanjur dipinang dan selanjutnya yang ada hanya keinginan supaya si kebo bisa memiliki performa yang sesuai dengan karakter dan kegunaannya sehari hari.


Berbekal beberapa bahan bacaan yang diperoleh melalui internet dan beberapa media cetak khusus otomotif, mulailah eksperimen pertama dilakukan dengan mengganti piranti pengatur pengapian (CDI), pilihan jatuh kepada CDI racing buatan BRT (power max) dual band yang memiliki fungsi memecah limit putaran mesin. Hasilnya putaran mesin bisa mencapai 10 ribu Rpm, dan top speed yang dicapai bisa meningkat menjadi 106 kpj, namun akselerasi masih dirasa kurang, aplikasi merubah ratio gear depan belakang pun dilakukan mulai dari 44:15 sampai akhirnya 42:14 masih tetap belum memuaskan hasrat akselerasi spontan dari si empunya kebo.  Penggantian knalpot free flow pun juga dilakoni rada lumayan akselerasi cukup meningkat namun pencapaian top speed masih sama dan jarak yang ditempuh untuk mencapai top performapun masih terlalu panjang.


Eksplorasi tidak berhenti, penggantian karburator standar vacuum menjadi karburator konvensional 2 tak (keihin PE 28) dilakukan dan hasilnya kebo merah lebih gahar di putaran tengah-atas…. Dan sampai di sini hasil akhir yang diperoleh adalah : top speed sudah bisa mencapai 115 kpj, namun untuk urusan akselerasi masih belum memuaskan, bayangkan saja 115 kpj dicapai setelah kebo berlari sepanjang 1,5 km.

Pada awalnya Bram (si pemilik kebo merah) tidak ingin melakukan perubahan apapun pada mesin (engine) sampai akhirnya Bram bertemu dengan punggawa bengkel STD 4 speed, Rommy ‘abyredblack’ yang berlokasi di depok dan dikatakan oleh ybs bahwa keinginan Bram untuk meningatkan performa putaran bawah harus dilakukan modifikasi (upgrade torsi) melalui peningkatan kompresi mesin, sampai di sini Bram ragu karena dalam pikirannya adalah “Bore up” dan kalau sudah bore up maka durability mesin menjadi berkurang, namun hal ini ditepis oleh Rommy.  Piston tidak perlu di perbesar kalau takut merubah atau mengkorter liner (lubang boring), cukup pakai piston ukuran standar namun dipilih piston yang masih mentah kemudian dibentuk dome (jenong) dipermukaannya timpal Rommy.  Akhirnya tekad pun dibulatkan dan diboyonglah piston custom bro Rommy, tdk hanya itu saja per klep custom, knalpot custom, bos klep custom, bearing kruk as custom (semuanya hasil produksi Rommy “STD 4 Speed” oleh Bram, dan pengerjaannya di kebo merah dilakukan oleh mekanik aerospeed “Black”.  Black sendiri pada saat mengaplikasi semua parts custom dari Rommy didahului dengan perhitungan yang cermat dengan prinsip kencang namun tetep mempertahankan durabilitas.

Akhirnya kompresi si kebo meningkat menjadi 1:12 (semula 1:9) dan dilarang keras meminum bensin beroktan di bawah 95, “gak masalah….!” Timpal Bram, sekaligus mensukseskan program pemerintah untuk mengurangi konsumsi bensin bersubsidi bagi kendaraan pribadi, lanjutnya.  Dan dari hasil perombakan terakhir hasil yang diperoleh oleh kebo merah adalah sebagai berikut : Top speed mencapai 120 kpj dan pencapaian 0 – 120 kpj ditempuh jarak Cuma 600 meter saja, ini masih belum mengaplikasikan CDI BRT (alias memakai CDI standar) dan customize noken as (camshaft). Yaaah estimasi seandainya aplikasi kembali CDI racing dan Customize noken as top speed bisa mencapai di atas 140 kpj. Mantap !!  (Bramono Endrodewo).

Data spesifikasi Yamaha Byson (RED BYSON) :
Carbu : Keihin PE28
Piston : Custom Std 4 Speed
Per Klep : Custom Std 4 Speed
Bos klep : Custom Std 4 Speed
Bearing Kruk AS : Custom Std 4 speed
Per Kopling : Custom Std 4 Speed
Knalpot : Custom Std 4 Speed
CDI : Power Max Dual Band BRT Racing
Noken As : Custom Std 4 Speed 

Ditulis Oleh : Byonic Jantan Hari: 10.58 Kategori:

14 komentar:

  1. ajipppppp tenan iki....!!!!!120 kpj s/d 140 kpj widiiihhhhhhhhhh leader board!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup ajib mas bro, udah kyak scorpio

      Hapus
  2. Mantap>>>>>>>>>>>>>>> jadinya motor kenceng.....

    BalasHapus
  3. wew.... 140km/jam mw donk...

    BalasHapus
  4. mw sekenceng apa pun bison tergantung sama yg makek'a mas bro, berani ga nyalinya?? stndrt aj udah lumayan kok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul mas bro, tapi selera manusia pasti berbeda-beda

      Hapus
  5. Balasan
    1. kurang tahu mas bro.. kami cuma wawancara masalah bore up, kata beliau klo mw tanya bisa langsung ke korwil byonic jakarta selatan

      Hapus
  6. silahkan hub pak bram mas bro, beliau korwil dari byonic jakarta selatan

    BalasHapus
  7. mesin standart aja ah.... modif di body n chasis sudah ok.
    mau lari berapa hayo di jalan jakarta yg super macet...
    byson mau speed gampang, ganti aja mesin glondongan pio, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul mas bro, tp pak bram boreup karena bodynya tidak sesuai dengan tenaga motor, heeee,,, mendapat tarikan motor itu jg beda feelnya

      Hapus
  8. artikelnya menarik bro...salam kenal dr byonic Luwuk Sul Teng

    BalasHapus